Re:Publik Art

Pengantar
Bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Yogyakarta, kata mural bukan lagi sesuatu yang asing. Setelah proyek “Mural Kota Sama-Sama” (Apotik Komik, 2002) berhasil menciptakan wabah mural di Yogya, hingga perusahaan2 besar ikut terjangkit wabah ini, kemudian muncul pertanyaan masihkah sebuah proyek mural perlu digerakan?
Dengan berjubelnya advertising out-door yang sudah sangat polutif, bukankah sebaiknya dinding2 kota dibiarkan bersih & kosong sebagai tempat istirahat mata publik?

Dalam niat yang sederhana, proyek ini bertujuan untuk mempresentasikan karya2 seni rupa public seniman2 Yogyakarta dan kota2 lainnya (Jakarta, Bandung, Bali, Paris) dalam bentuk mural dan artistic graffiti, signage dan iklan kampanye, yang diharapkan mampu mempresentasikan ekspresi2 baru dan lebih segar, juga mendefinisikan kembali bagaimana seharusnya seni rupa publik merespon lingkungan sosial di mana seni rupa publik itu ditempatkan.

Proyek re:public bagaimana pun berusaha meminimalisir eskalasi polusi visual dengan menghindari motif-motif lukisan ornamentif dan lebih menekankan pada respon sosial dimana karya2 tersebut dikerjakan.

Catatan harian oleh T13 (TiLe)
Saya sebenernya datengnya ke Jogja agak telat, saya baru ikut acaranya tanggal 25 agustus, jadi banyak acara yang saya lewatkan. Antara lain presentasi konsep untuk pembuatan karya di jalanan Jogja selama bulan oktober yang sepenuhnya dibiayai sponsor tetapi di dalam artworknya ga perlu nyertain nama sponsor (djarum). Selain itu, hari sebelumnya, juga ada presentasi karya oleh L’atlas dan Sun7 (Sunset), dan presentasi oleh NTYC Jogja yang ke gap pas ngegambar kereta. Sempat ngubrul sama mereka (NTYC) ditemani ciu yang saya bawa. Menurut mereka, pada akhirnya ketika tertangkap mereka diberi dua pilihan, membayar denda Rp. 80 Juta!!! Atau membersihkan kereta yang udah digambar. Mereka memilih untuk membersihkannya dengan 20 liter thinner… Total peserta yang ikut ada brapa ya??? Banyak deh… hehehe… maklum… dalam pengaruh ciu terus… pokoknya seinget saya mayoritas anak Jogja, yang lainnya, ada anak-anak ArtCoHolic : Kenz, Jablay, uWee, Koko ; trus dari Solo : saya sendiri (T13), Blonthank, dan mas Jopie (seniman street art Jerman yang lagi balik kampung ke Solo) Next time I’ll write more about this man for ya!

24 August 2005
18.00 sebuah sms datang dari Kenli (artco) mengabarkan bahwa malem mini mereka mau bikin graffiti di jl. Parangtritis, Pojok Beteng Etan, Jogja, bareng ama temen2 NTYC…

image

image

image

image

25 August 2005
12.00 baru nyampek setelah makan siang, di lantai 2 ada presentasi buat yang mau bikin karya untuk oktober, karena saya ga ikut, pilih minum di bawah aja sama mas Leak nice….

18.30 show off L’atlas and Sun7 bikin throw up dan membagikan beberapa caps. Sayangnya male caps… sedangkan anak Jogja pada hura2 karena dibagikan pylox gratis.

image

21.00 mabuk…..

26 August 2005
12.00 banyak peserta belum datang. Dinding yang penuh coretan kemaren ditutup warna hitam putih secara diagonal.

14.00 L’atlas mulai bekerja, diikuti ArtCo yang dapet dinding pintu masuk, dan saya sendiri di belakang ArtCo berhadapan dengan karya L’atlas. Setelah itu, mabok lagi dan anak-anak jogja pada mulai datang dan langsung berkarya.

image

image

image

image

18.00 karya udah selesai semua, dan saya dan temen2 ArtCo harus mengejar kereta menuju Jakarta unuk acara MEDIUM RARE.

Leave a Comment